A.
Sekolah-Sekolah
yang Didirikan Belanda
1.
Sekolah Bumi Putera (Inlandsch School)
dengan basah pengantar belajarnya adalah bahasa daerah dan lama studi selama 5
tahun.
2. ELS (Eurospeesch Lagere School) atau disebut juga HIS (Hollandsch
Inlandch School) sekolah dasar dengan lama studi sekitar 7 tahun.
Sekolah ini menggunakan sistim dan metode seperti sekola di negeri Belanda.
3. HBS (Hogere Burger School) yang merupakan sekolah
lanjutan tinggi pertama untuk warga negara pribumi dengan lama belajar 5 tahun.
4. AMS (Algemeen Metddelbare School) mirip HBS, namun
setingkat SLTA/SMA.
5.
Sekolah Desa (Volksch School) dengan
bahasa pengantar belajar bahasa daerah sekitar dan lama belajar 3 tahun.
6.
Sekolah lanjutan untuk sekolah desa (Vevolksch
School) belajar dengan bahasa daerah dengan
basaha pengantarnya adalah bahasa daerah dan masa belajranya 2 tahun.
7.
Sekolah Peralihan (Schakel School)
yaitu sekolah lanjautan untuk sekolah desa dengan lam belajar 5 tahun dan
berbahasa belanda dalam kegiatan belajar mengajar.
8.
MULO adalah sekolah lanjutan tinggkat pertama , singkatan
dari Meer Uitgebreid Lager Onderwijs dengan tingkatan yang sama dengan
SMP/SLTP pada saat itu jika dibandingkan pada masa kini.
9.
Stovia (School Tot Van Inlndsche Artsen)
yang sering disebut juga Sekolah Dokter
Jawa sebagai lanjutan MULO dengan masa belajar selama 7 tahun.
*) Pada tahun 1893 timbullah differensiasi
pengajaran bumi putera. Hal ini disebabkan :- Hasil sekolah-sekolah bumi putra kurang memuaskan
pemerintah colonial. Hal ini terutama sekali desebabkan karena isi rencana
pelaksanaannya terlalu padat.
- Dikalangan pemerintah mulai timbul perhatian pada
rakyat jelata. Mereka insyaf bahwa yang harus mendapat pengjaran itu bukan
hanya lapisan atas saja.
- Adanya kenyataan bahwa masyarakat Indonesia mempunyai
kedua kebutuhan dilapangan pendidikan yaitu lapisan atas dan lapisa bawah.
Untuk mengatur
dasar-dasar baru bagi pengajaran bumi putra, keluarlah indisch
staatsblad 1893 nomor 125 yang membagi sekolah bumi putra menjadi dua
bagian:
a)
Sekolah-sekolah kelas I untuk anak-anak priyai dan kaum terkemuka.
b)
Sekolah-sekolah kelas II untuk rakyat jelata.
Perbedaan sekolah kelas
I dan kelas II antara lain:
Kelas I
Tujuan: memenuhi
kebutuhan pegawai pemerintah, perdagangan dan perusahaan.
Lama bersekolah: 5 tahun
Mata pelajarannya:
membaca, menulis, berhitung, ilmu bumi, sejarah, pengetahuan alam, menggambar,
dan ilmu ukur.
Guru-guru: keluaran
Kweekschool
Bahasa pengantar: Bahasa
Daerah/Melayu
Kelas II
Tujuan: Memenuhi
kebutuhan pengajaran di kalangan rakyat umum
Lama bersekolah: 3 tahun
Mata paelajaran:
Membaca, menulis dan berhitung.
Guru-guru:
persyaratannya longgar
Bahasa pengantar: Bahasa
Daerah/Melayu
Pada tahun 1914 sekolah
kelas I diubah mejadi HIS (Hollands Inlandse School) dengan bahasa pengantar
bahasa Belanda sedangkan sekolah kelas II tetap atau disebut juga sekolah
vervolg (sekolah sambungan) dan merupakan sekolah lanjutan dari sekolah
desa yang mulai didirikan sejak tahun 1907.
Sistem persekolahan pada zaman
pemerintahan Hindia Belanda
Secara umum sistem
pendidikan khususnya system persekolahan didasarkan kepada golongan penduduk
menurut keturunan atau lapisan (kelas) social yang ada dan menurut golongan
kebangsaan yang berlaku waktu itu.
1.
Pendidikan Rendah (Lager Onderwijs)
Pada hakikatnya
pendidikan dasar untuk tingkatan sekolah dasar mempergunakan system pokok
yaitu:
a)
Sekolah rendah dengan bahasa pengantar bahasa
Belanda.
a) Sekolah
rendah Eropa, yaitu ELS (Europese Lagere school), yaitu sekolah rendah
untuk anak-anak keturunan Eropa atau anak-anak turunan Timur asing atau
Bumi putra dari tokoh-tokoh terkemuka. Lamanya sekolah tujuh tahun 1818.
b) Sekolah
Cina Belanda, yaitu HCS (Hollands Chinese school), suatu sekolah rendah untuk
anak-anak keturunan tmur asing, khususnya keturunan Cina. Pertama didirikan
pada tahun 1908 lama sekolah tujuh tahun.
c) Sekolah
Bumi putra Belanda HIS (Hollands inlandse school), yaitu sekolah rendah
untuk golongan penduduk Indonesia asli. Pada umumnya disediakan untuk anak-anak
golongan bangsawan, tokoh-tokoh terkemuka atau pegawai negeri. Lamanya sekolah
tujuh tahun dan pertama didirikan pada tahun 1914.
b) Sekolah
rendah dengan bahasa pengantar bahasa daerah
a)Sekolah Bumi Putra kelas II (Tweede klasee). Sekolah
ini disediakan untuk golonagan bumi putra. Lamaya sekolah tujuh tahun, pertama
didirikan tahun 1892.
b) Sekolah Desa (Volksschool). Disediakan bagi
anak-anak golongan bumi putra. Lamanya sekolah tiga tahun yang pertama kali
didirikan pada tahun 1907.
c) Sekolah Lanjutan (Vorvolgschool). Lamanya dua
tahun merupakn kelanjutan dari sekolah desa, juga diperuntukan bagi anak-anak
golongan bumi putra. Pertama kali didirikan pada tahun 1914.
d) Sekolah Peralihan (Schakelschool) : Merupakan
sekolah peralihan dari sekolah desa (tiga tahun) kesekolah dasar dengan
bahasa pengantar bahasa Belanda. Lama belajarnya lima tahun dan diperuntukan
bagi anak-anak golongan bumi putra. Disamping sekolah dasar tersebut diatas
masih terdapat sekolah khusus untuk orang Ambon seperti Ambonsche
Burgerschool yang pada tahun 1922 dijadikan HIS. Untuk anak dari
golongan bangsawan disediakan sekolah dasar khusus yang disebut sekolah Raja (Hoofdensschool).
Sekolah ini mula-mula didirikan di Tondano pada tahun 1865 dan 1872, tetapi
kemudian diintegrasi ke ELS atau HIS.
2. Pendidikan lanjutan = Pendidikan Menengah
a)
MULO (Meer Uit
gebreid lager school), sekolah tersebut adalah kelanjutan dari sekolah
dasar yang berbasa pengantar bahasa Belanda. Lama belajarnya tiga sampai empat
tahun. Yang pertama didirikan pada tahun 1914 dan diperuntukan bagi
golongan bumi putra dan timur asing. Sejak zaman jepang hingga sampai sekarang
bernama SMP. Sebenarnya sejak tahun 1903 telah didirikan kursus MULO untuk
anak-anak Belanda, lamanya dua tahun.
b) AMS (Algemene Middelbare School) adalah sekolah
menengah umum kelanjutan dari MULO berbahasa belanda dan diperuntukan golongan
bumi putra dan Timur asing. Lama belajarnya tiga tahun dan yang petama
didirikan tahun 1915. AMS ini terdiri dari dua jurusan (afdeling= bagian),
Bagian A (pengetahuan kebudayaan) dan Bagian B (pengetahuan alam ) pada zaman
jepang disebut sekolah menengah tinggi, dan sejak kemerdekaan disebut SMA.
c) HBS (Hoobere Burger School) atau sekolah warga
Negara tinggi adalah sekolah menengeh kelanjutan dari ELS yang disediakan untuk
golongan Eropa, bangsawan golongan bumi putra atau tokoh-tokoh terkemuka. Bahasa
pengantarnya adalah bahasa belanda dan berorentasi ke Eropa Barat,
khususnyairikan pada belanda. Lama sekolahnya tiga tahun dan lima tahun.
Didirikan pada tahun 1860
d) Pendidikan Kejuruan (vokonderwijs )
Sebagai pelaksanaan
politik etika pemerintah belanda banyak mencurahkan perhatian pada pendidikan
kejuruan. Jenis sekolah kejuruan yang ada adalah sebagai berikut:
- Sekolah pertukangan (Amachts leergang) yaitu
sekolah berbahasa daerah dan menerima sekolah lulusan bumi putra
kelas III (lima tahun) atau sekolah lanjutan (vervolgschool).
Sekolah ini didirikan bertujuan untuk mendidik tukang-tukang. didirikan
pada tahun 1881
- Sekolah pertukangan (Ambachtsschool) adalah sekolah
pertukangan berbahasa pengantar Belanda dan lamanya sekolah tiga tahun
menerima lulusan HIS, HCS atau schakel. Bertujuan untuk mendidik dan
mencetak mandor jurusanya antara lain montir mobil, mesin, listrik, kayu
dan piñata batu
- Sekolah teknik (Technish Onderwijs) adalah kelanjutan
dari Ambachtsschool, berbahasa Belanda, lamanya sekolah 3 tahun. Sekolah
tersebut bertujuan untuk mendidik tenaga-tenaga Indonesia untuk menjadi
pengawas, semacam tenaga teknik menengah dibawah insinyur.
- Pendidikan Dagang (Handels Onderwijs). Tujuannya untuk
memenuhi kebutuhan perusahaan Eropa yang berkembang dengan pesat.
- Pendidikan pertanian (landbouw Onderwijs) pada tahun
1903 didirikan sekolah pertaian Yang menerima lulusan sekolah dasra yang
berbahasa penganatar belanda. Pada tahun 1911 mulai didirikan sekolah
pertanian (cultuurschool) yang terdiri dari dua jurusan, pertanian dan
kehutanan. Lama belajaranya sekitar 3-4 tahun, dan bertujuan untuk
menghasilkan pengawas-pengawas pertanian dan kehutanan. Pada rtahun 1911
didirikan pula sekolah pertanian menengah atas (Middelbare Landbouwschool)
yang menerima lulusan MULO atau HBS yang lamanya belajar 3 tahun.
- Pendidikan kejuruan kewanitaan (Meisjes Vakonderwijs).
- Pendidikan ini merupakan kejuruan yang termuda.
Kemudian sekolah yang sejenis yang didirikn oleh swasta dinamakan Sekolah
Rumah Tangga (Huishoudschool). Lama belajarnya tiga tahun.
- Pendidikan keguruan (Kweekschool). Lembaga keguruan ini
adalah lembaga yang tertua dan sudah ada sejak permulaan abad ke-19.
Sekolah guru negeri yang pertama didirikan pada tahun 1852 di Surakarta.
Sebelum itu pemerintah telah menyelenggarakan kursus-kursus guru yang
diberi nama Normal Cursus yang dipersiapkan untuk menghasilkan guru-guru
sekolah desa. Pada abad ke-20 terdapat tiga macam pendidikan guru, yaitu:
- Normalschool,sekolah guru dengan masa pendidikan empat
tahun dan menerima lulusan sekolah dasar lima tahun, berbahasa pengantar
bahasa dearah.
- Kweekschool, sekolah guru empat tahun yang menerima
lulusan berbahasa belanda.
- Hollandschool Indlandschool kweekschool, sekolah guru
6 tahun berbahasa pengantar Belada dan bertujuan menghasilkan guru
HIS-HCS.
- Pendidikan Tinggi (Hooger Onderwijs)
Karena terdesak oleh
tenaga ahli, maka didirikanlah:
a) Sekolah
Tehnik Tinggi (Technische Hoge School).
Sekolah Tehnik Tinggi
ini yang diberi nama THS didirikan atas usaha yayasan pada tahun 1920 di
Bandung. THS adalah sekolah Tinggi yang pertama di Indonesia, lama belajarnya
lima tahun. Sekolah ini kemudian menjelma menjadi ITB.
b) Sekolah
Hakim Tinggi (Rechskundige Hoge school).
RHS didirikan pada tahun
1924 di Jakarta. Lama belajarnya 5 tahun, yang tama AMS dapat diterima di RHS.
Tamatan ini dijadikan jaksa atau hakim pada pengadilan.
c) Pendidiakan
tinggi kedokteran.
Lembaga ini di Indonesia
di mulai dari sekolah dasar lima tahun. Bahasa pengantarnya bahasa melayu .
pada tahun 1902 sekolah dokter jawa diubah menjadi STOVIA (School Tot Opleiding
Voor Indische Artsen) yang menerima lulusan ELS, dan berbahasa pengantar
Belanda. Lama belajarnya 7 tahun. Kemudian syarat penerimaannya ditingkatkan
menjadi lulusan MULO. Pada tahun 1913 disamping STOVIA di Jakarta didirikan
sekolah tinggi kedokteran (Geneeskundige Hogeschool) Yang lama belajaranya 6
tahun dan menerima lulusan AMS dan HBSa
B.
Sekolah-Sekolah yang Didirikan Oleh Tokoh-Tokoh
Pendidikan Indonesia
1.
Taman siswa adalah nama sekolah yang didirikan oleh Ki
Hadjar Dewantara pada tanggal 3 Juli
tahun 1922 di Yogyakarta (Taman berarti tempat bermain atau tempat
belajar, dan Siswa berarti
murid).Pada waktu pertama kali didirikan, sekolah Taman Siswa ini diberi nama
"National Onderwijs Institut Taman Siswa".
2.
Sakola Istri adalah sekolah yang didrikan oleh dewi sartika pada tanggal 16
january 1904, merupakan sekolah perempuan pertama se-Hindia Belanda
(Indonesia). Murid pertamanya berjumlah 20 orang. Tenaga
pengajarnya terdiri dari 3 orang, yaitu : Dewi Sartika, Nyi Poerwa, dan Nyi
Oewid
3.
Muhammadiyah didirikan di Kampung Kauman Yogyakarta, pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330H atau bertepatan dengan 18 Nopember 1912 oleh seorang yang bernamaMuhammad Darwis, kemudian dikenal dengan KH
Ahmad Dahlan.
Disamping memberikan kegiatan kepada laki-laki, pengajian kepada ibu-ibu
dan anak-anak, beliau juga mendirikan sekolah-sekolah. Tahun 1913 sampai tahun
1918 beliau telah mendirikan Sekolah Dasar sejumlah 5 buah, tahun 1919
mendirikan Hooge School Muhammadiyah ialah sekolah lanjutan. Tahun 1921 diganti
namanya menjadi Kweek School Muhammadiyah, tahun 1923, dipecah menjadi dua,
laki-laki sendiri perempuan sendiri, dan akhirnya pada tahun 1930 namanya
dirubah menjadi Mu`allimin dan Mu`allimat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar