Halaman

Sabtu, 17 Desember 2016

#100SuratUntukIbu






Untuk Ibu

Bu, bagaimana kabarmu sekarang? Aku harap ibu baik-baik saja.
Bu, Aku tidak pandai merangkai kata, pun syair-syair indah, juga mengungkap perasaanku padamu. Tapi kali ini aku akan mencoba menyampaikan sesuatu melalui sepucuk surat ini.

Bu, terimakasih. Karena telah melahirkanku, merawatku, menyanyangiku dan segala yang kau beri untukku. Aku mungkin tak pernah mengucapkannya secara langsung. Tapi bu, percayalah aku selalu berterimakasih kepadamu. Aku bangga lahir dari rahimmu, aku bangga punya ibu seperti engkau.

Bu, maafkan aku. Anakmu yang nakal ini selalu membuatmu marah, mungkin hingga meneteskan air mata. Anakmu yang brandal ini belum pernah membuatmu bangga. Aku tahu ribuan maaf tak mampu menebus kesalahanku. Tapi bu, aku juga tahu kau selalu memaafkanku dan mendoakanku.

Bu, dua tahun sudah kita tak berjumpa. Demi menyekolahkan kami (read: anak-anakmu) engkau bekerja nun jauh. Pengorbanan dan perjuanganmu begitu luar biasa. Aku tahu rasanya pasti berat jauh dari keluarga dan rumah. Tapi aku tau, ibuku kuat, engkau pasti sanggup melewati semua itu. Ibuku terhebat.

Bu, taukah engkau? Kadang aku berharap kau tak perlu bekerja sejauh itu, aku berharap engkau disini. Mendengar keluh kesahku tentang pelajaran, hari-hari yang kulewati di sekolah, atapun mendengar cerita bahwa ada seseorang yang membuatku berbunga-bunga. Bu, Aku rindu mendengar suara tawamu, masakanmu, bahkan aku rindu engkau marahi.

Ibu, Aku rindu.

Dari Anakmu.

#100SuratUntukIbu


https://mobile.facebook.com/PenaAnandaClub/photos/a.1036267466481889.1073741851.155959394512705/1041663129275656/?type=3&refid=17&_ft_=top_level_post_id.1041663129275656%3Atl_objid.1041663129275656%3Athid.100000482012097%3A306061129499414%3A4%3A0%3A1483257599%3A1876808047511745682&__tn__=E

Tidak ada komentar:

Posting Komentar